Senin, 29 Oktober 2018

nabilameiliana


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Teknologi Informasi (TI) pada abad 21 ini telah menjamur di semua kalangan. Di era globalisasi yang semua peralatan dan kelengkapan sarana serba canggih. Tidak kalah akan keberadaan internet yana pertama kali diluncurkan J.C.R Likcklider dari MTI (Massachusetts Institute Technology) pada tahun 1962, berbagai fasilitas kemudahan yang dapat digunakan untuk mengakses informasi jarak jauh dengan cepat dan mudah.
Pesatnya teknologi informasi, memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa bahkan dalam dunia pendidikan. Perkembangan Teknologi Infromasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Masuknya teknologi Informasi ke dunia pendidikan sangat membawa pengaruh besar terhadap peningkatan kualitas SDM. Bentuk atau metoda pembelajaran yang tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas dan juga tidak membuat siswa jenuh karena kebutuhan-kebutuhan informasi secara cepat dan  mudah itu sangat dibutuhkan. Disamping itu pola piker, wawasan pengetahuan dan skill peserta didik lebih dapat berkembang.
Bagi administrator sekolah, dan guru bidang studi teknologi informasi merupakan suatu hal yang biasa, namun hal itu akan menjadi sangat luar biasa jika dilakukan oleh Guru BK. Selama ini tak sering Guru BK di sekolah-sekolah dapat memanfaatkan TI dalam menjalankan amanahnya terkait dengan pemberian layanan kepada siswa/konseli dan bahkan kurang menguasai. Padahal Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan, Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan, dan telah menyentuh layanan bimbingan dan konseling. Teknologi informasi dalam Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan..Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling denga cara-cara yang lebih menarik,interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
Masalah penggunaan TI bagi guru BK masih menjadi hambatan. Karena itu para praktisi calon guru BK  harus mampu memahami dan dapat menggunakan fasilitas tersebut sebagai media pengembangan dalam pemberian layanan BK. Pemanfaatan Cyber Counseling (konseling dengan media) dalam BK tentunya tidak dipandang sebelah mata. Seorang praktisi profesi konselor pun dituntut memiliki keterampilan guna mendukung kinerja konselor atau guru BK terkait dengan pemberian layanan pada siswa.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Pengertian teknologi informasi secara umum ?
2.      Bagaimana penggunaan teknologi informasi dalam BK ?
3.      Bagaimana pemeliharaan data BK ?
4.      Definisi dan jenis dalam pemeliharaan ?
5.     siapa sumber data yang harus di hubungi konselor?















BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu (Haag dan Keen, 1996). Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer, 2003).

Dari ketiga pengertian di atas, maka pengertian teknologi informasi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh individu (brainware).

Asra, dkk (2007) menyebutkana bahwa teknologi informasi dapat dikatan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengolah informasi agar informasi dapat dicari denga mudah dan akurat. Maka setidaknya ada beberapa unsure sehingga informasi itu dapat diterima:
a. Informasi sebagai hasil pengolahan data
b.Memberikan makna
c. Berguna atau bermanfaat
1.   Teknologi Infomasi Dalam Dunia Pendidikan
Teknologi ini dalam pendidikan menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, system jaringan untuk menghubungkan satu computer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dam teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Arti teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk  menyiarkan program pendidikan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman. Membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi dan rohani.
2.      Peran TI dalam BK
a.       Fungsi TI dalam BK
Kedudukan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling berada di dalam layanan dukungan system. Ini berarti bahwa teknologi informasi menjadi salah satu sarana untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling. Fungsi tersebut antara lain:
1)      Sebagai metode untuk meningkatkan skill konselor/guru BK dalam memberikan layanan,sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh.
2)      Sebagai sarana dan prasarana dukungan sistem terhadap pengembangan media layanan BK.
3)      Sebagai pemenuhan waktu dalam memberikan layanan.
4)      Membantu konseli dalam pemenuhan kebutuhan informasi.
Pentingnya teknologi informasi dalam bimbingan konseling menuntut konselor untuk dapat menguasai teknologi agar dapat memudahkan dalam pemberian pelayanan konseling kepada kliennya. Memanfaatkan TI bagi seorang guru sudah semakin urgen tampaknya, dan khusus bagi kita guru BK, banyak sekali kreasi yang dapat dibuat dalam melayani konseli.
Seperti dalam yoezronbloon.blogspot.htm teknologi informasi memiliki beberapa fungsi dan peranan dalam bimbingan konseling yaitu:
1)      Publikasi: disini teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK.
2)      Pelayanan dan Bantuan: dalam fungsi ini Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi.
3)      Pendidikan: dikatakan demikian karena di dalam informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya.


3.      Manfaat
Secara garis besar Asra, dkk (2007) menjelaskan bahwa manfaat teknologi informasi dalam pembelajarana adalah untuk meningkatkan efektivitas dan keefisienan dalam proses pendidikan.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan kliennya,yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi tersebut  dengan tidak dimanfaatkan secara tepat seperti maraknya penyalahgunaan teknologi informasi salahsatunya internet yaitu beredarnya pornografi yang tanpa batas atau tayangan tayangan kekerasan yang tidak pantas untuk disaksikan terutama oleh para remaja dan anak – anak.
Dalam proses bimbingan dan konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang pengguanaan internet. Padahal internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan konseling. Maka, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perku diberikan suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
Jika konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.
4.      Kelebihan dan kekurang dalam pemafaatan Teknologi Informasi Dalam BK
a.       Kelebihan
1)      Konselor/guru Bk maupun konseli dapat lebih cepat mengakses semua informasi yang ada dan tidak harus melakukan proses konseling secara langsung atau face to face.
2)      Dapat membangun hubungan / interaksisosial dari jarak jauh.
3)      Sebagai metode pembelajaran yang menuntut kreativitas bagi buru BK dan tidak membuat siswa jenuh atau bosan.
Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling menrut Baggerly memiliki keuntungan sebagai berikut:
1)      Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik;
2)      Akan meningkatkan kunjungan ke web site, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa;
3)      Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;
4)      Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;
5)      Tidak akan memunculkan kebosanan;
6)      Dapat ditemukan silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website; dan
7)      Terdapat pengaturan yang baik
b.      Kekurangan
1)      Pemanfaatan yang berlebihan (dalam hal negative, seperti penyalahgunaan situs porno, dsb).
2)      Tidak semua dapat menggunakan dan memahami TI dengan baik.
3)      Keterbatasan pada alat (computer dan line kabel internet).
4)      Membutuhkan biaya yang tidak cukup sedikit.

Informasi atau data siswa tidak lagi harus disimpan dalam arsip yang terdiri dari kertas-kertas yang mungkin akan tercecer atau berubah jadi usang. Berkembangnya teknologi informasi menjadi sebuah alasan mengapa dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling perlu adanya pemeliharaan terhadap data-data yang telah disusun ataupun dirancang sebagaimana tugas-tugas yang telah dilaksanakan oleh seorang konselor dalam tugasnya membantu klien/konseli menuju perkembangan yang optimal dengan proses-proses bimbingan dan konseling. Konselor tidak hanya menyimpan berbagai data atau informasi yang ada berupa lembaran-lembaran kertas saja namun bisa menggunakan alat lain, misalnya data pribadi siswa selain ada arsipnya yang mungkin dibukukan, bisa juga dibuat rekapan atau salinannya dalam file di komputer, sehingga tidak akan tercecer atau usang. 

Namun, di zaman yang syarat akan teknologi informasi yang canggih ini, pemeliharaan data dalam bimbingan dan konseling perlu menjadi sebuah pembelajaran yang wajib untuk dipelajari oleh seorang konselor. Karena sesuai dengan kode etik seorang konselor yang harus menjaga data konseli sebagai suatu kerahasiaan sebagaimana asas bimbingan dan data yang bersangkutan jika ingin diberikan kepada orang-orang yang bersangkutan pula, harus ada persetujuan dari klien/konseli tersebut.

Hal diatas menjadi sebuah gambaran begitu pentingnya menjaga data-data konseli yang bersifat rahasia sesuai dengan asas-asas bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, dalam menjaga eksistensi, konsistensi, dan kompetensi seorang konselor dalam profesionalisasinya terhadap unjuk kerja bimbingan dan konseling khususnya terhadap aplikasi teknologi informasi dalam pemeliharaan data bimbingan dan konseling.

B. Penggunaan Teknologi Informasi dalam BK

Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Dalam pemberian informasi dari data yang telah ada pun, konselor bisa menggunakan berbagai software untuk menarik perhatian konselinya. Misalnya konselor akan memberikan konseling kelompok di kelas, konselor bisaa mengolah data yang ada sebelumnya sehingga lebih menarik menggunakan microsoft power point, misalnya dengan menyisipkan gambar-gambar, animasi atau lainnya agar maksud yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konseli. Konselor pun bisa memberikan konseling secara tidak langsung dengan memutar film yang edukatif kepada konseli, sehingga konseli lebih tertarik dan akan lebih mudah didapat maksudnya.
 Layanan bimbingan dan konseling tidak selalu face to face atau tatap muka. Terdapat layanan yang mudah yaitu dengan cyber counseling  yang memungkinkan konseli tidak merasa malu/canggung yang bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
a.       Telepon
b.      Video-phone
c.       Radio dan televisi
d.      E-mail
e.       Chatting
f.       Millis
g.      CD interaktif
h.      Web
i.        Blog
j.        E-learning
k.      Situs jejaring sosial

Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir  semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara online.

Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti mata kuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur. Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.

C. Aplikasi Pemeliharaan Data BK

Dalam pemeliharaan data bimbingan dan konseling, aplikasi teknologi informasi sangat mendukung dalam membantu proses pemeliharaan. Aplikasi yang dibutuhkan pada pemeliharaan data bimbingan dan konseling tentunya yang sesuai dengan kapasitas data dan stabilitas komputer beserta jaringan yang digunakan.
 Ada beberapa aplikasi yang dapat membantu pemeliharaan data bimbingan dan konseling diantaranya :
1.      Hardware
2.      Hardisk Eksternal
3.      GHOST (General Hardwar Oriented System) Software
4.      Backup Data
5.      Antivirus
6.      Tape Recorder
7.      Video Recorder  

Dari beberapa aplikasi diatas dapat kita gunakan sesuai dengan kapasitas sarana dan prasarana yang dimiliki dan stabilitas komputer  guna efisiensi dalam menjalankan pemeliharaan data bimbingan dan konseling. Untuk menggunakan aplikasi tersebut, sebaiknya kita menggunakan pemeliharaan terencana (Schedule Maintenance). Karena dengan begitu, pemeliharaan akan ter-manage dengan baik dan teratur sehingga memudahkan pemeliharaan data bimbingan dan konseling.

D. Definisi dan Jenis Pemeliharaan

Aplikasi yang dibutuhkan pada pemeliharaan data bimbingan dan konseling tentunya yang sesuai dengan kapasitas data dan stabilitas komputer beserta jaringan yang digunakan. Taktik pemeliharaan adalah :
1.      Menerapkan dan meningkatkan pemeliharaan pencegahan
2.      Meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan

Jenis pemeliharaan secara garis besar terbagi menjadi dua golongan yaitu :

a. Pemeliharaan Tidak Terencana (Unschedule Maintenance).
    Aktivitas pemeliharaan jenis ini adalah mudah untuk dipahami semua orang. Pemeliharaan jenis ini pula mengijinkan peralatan-peralatan beroperasi hingga rusak (fail). Waktu pemeliharaanya pun tidak bisa ditentukan karena aktivitas ini adalah dimana alat-alat mesin dioperasikan sampai rusak dan ketika rusak barulah tenaga kerja diserahkan untuk memperbaiki dengan cara “penggantian”.

b. Pemeliharaan Terencana (Schedule Maintenance).
     Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan diawali sebuah  pengorganisasia atau rencana-rencana terlebih dahulu, dan memiliki pemikiran kemasa depan, pengendalian dan pencatatan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Tentunya, jika melihat kedua jenis pemeliharaan diatas, Pemeliharaan Tidak Terencana lah yang mudah dilakukan karena tidak memerlukan perencanaan terlebih dahulu. Namun, dari segi keamanan dan kualitas, pemeliharaan terencanalah yang lebih memiliki esensi “memelihara” dibandingkan dengan pemeliharaan tidak terencana.


E. Sumber Data
                Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan data atau informasi yang dapat dipercaya pula. Untuk itu data yang kita gali hendaknya bukan dari satu pihak saja, tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah.
 Oleh karena itu, sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling adalah :
1.      Kepala Sekolah
2.      Koordinator BP;
3.      Guru Matapelajaran;
4.      Wali Kelas
5.      Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha;
6.      Siswa dan teman terdekatnya;
7.      Orang tua dan masyarakat, serta
8.      Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah.

Siapa sumber data yang perlu dihubungi? Tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan, sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling, kepala sekolah, penilik dan pengawas sekolah.

Dengan demikian pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan layanan media BK diharapkan sebagai calon praktisi konselor atau guru BK sekolah dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang teknologi. Peningkatan kemampuan dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan atau bisa melalui pembelajaran mandiri













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sistem teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, manusia dengan mudah dapat mengakses informasi dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat sehingga kebutuhan manusiapun menjadi semakin cepat terpenuhi. Begitupun TIK di dunia bimbingan konseling, perkembangan teknolgi saat ini mempermudah para konselor untuk mengembangkan layanan konseling dimasyarakat melalui internet ataupun media lainnya, selain itu klien juga bisa lebih mudah mengakses jasa layanan konseling tanpa tatap muka melalui telepon dan jika ingin bertatap muka walaupun tidak bertemu secara langsung kini sudah tersedia fasilitas video call, yang memudahkan bagi klien dan konseling yang berjauhan.
Kemajuan teknologi informasi tersebut juga sangat bermanfaat dalam bidang pendidikan. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu aspek dalam pendidikan juga merasakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi tersebut. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling sudah tidak harus dengan bertatap muka, melainkan bisa dengan menggunakan media informasi baik itu telepon maupun internet. tetapi semua itu bukan tanpa masalah. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga perlu sosialisasi kepada konselor maupun kepada konseli agar kedua belah pihak bisa sama-sama memanfaatkan media teknologi informasi yang sudah maju.















DAFTAR PUSTAKA
Wibowo, Ikhsan, Muzaffar. (2011). Jenis-jenis Pemeliharaan. [online] terdapat pada http://fikrienergizer.blogspot.com/2013/04/aplikasi-teknologi-informasi-dalam.html (29 September 2018)


Hurairah, U. (2009). Sistem Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling. [online] terdapat pada http://arihdyacaesar.wordpress.com/2010/02/24/makalah-sistem-ti-dalam-bk (29 September 2018)

Mutia. (2011). Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pemeliharaan Data Bimbingan dan Konseling. [online] terdapat pada http://mutianawidianti.wordpress.com/2011/10/26/aplikasi-teknologi-informasi-dalam-pemeliharaan-data-bimbingan-dan-konseling/ (29 September 2018)